Paranoid

Akhir-akhir ini, ketika berada di kampus, aku merasa ada keanehan yang bersarang dalam diri ini. Tanpa ada sebab seringkali aku tiba-tiba saja merasa takut. Merasa ada sesuatu yang terus mengejar-ngejar, mengawasiku dengan tajam. Seakan sesuatu yang membuat aku takut itu sedang melancarkan teror, secara sistematis, tanpa aku tahu apa kesalahanku.

Celakanya, wujud itu tidak terlihat. Dan perasaan takut tersebut pun muncul sering tak terduga-duga. Seperti tadi misalnya, saat aku berada di kampus dengan tujuan mengurus surat menyurat untuk mengakhiri masa menjadi mahasiswa, aku terlihat tergesa-gesa.  Baca lebih lanjut

Sebongkah Harapan untuk Kembali Meneladani Rasulullah

membaca Alquran

sumber foto: internet

Ilmu pengetahuan berkembang dengan begitu pesatnya di muka bumi ini. Hasil dari itu semua melahirkan berbagai macam teknologi. Salah satu rahim dari lahirnya teknologi ini adalah dunia Barat, belahan dunia yang terpaut sangat jauh dengan seonggok daerah yang bernama Aceh. Dunia Barat dan daerah Aceh, bagai dua sisi mata uang yang berbeda. Budaya dan keyakinan spiritual mayoritas penduduknya, sangatlah berbeda jauh.

Dunia Barat, lewat negara-negara yang berada di benua Eropa itu menghasilkan teknologi yang berdampak atas berubahnya wajah dunia, tak terkecuali wajah daerah Aceh. Teknologi tersebut ada yang membawa manfaat baik bagi kemaslahatan umat manusia, namun tak luput pula mendatangkan masalah baru. Teknologi tersebut menghampiri seluruh belahan dunia, tak luput pula juga menyinggahi Aceh.

Baca lebih lanjut

Pengusaha Giok

batu giok

Sumber Foto: internet

Ia sedang duduk sambil membolak-balikkan koran. Mulutnya terlihat komat kamit tengah membaca koran Sapu Jagat. Duduk sendirian dalam keramaian kedai kopi “Bahagia Bersama” milik Teungku Karim, ia terus saja fokus membaca sambil mulutnya tampak bergerak namun tak mengeluarkan sedikitpun suara.

Sebuah topi koboi berwarna coklat yang ia pakai, tampak menutupi kepala serta rambut ikalnya yang tergerai panjang sampai sebahu. Puluhan orang  berpakaian PNS (Pegawai Negeri Sipil), tampak juga ada di sana menyeruput secangkir kopi sebelum masuk kantor.

Baca lebih lanjut

Sebingkai Jejak Di Bekas Gedung Serambi Indonesia

Rumput liar tumbuh subur di halaman depan gedung bercat putih itu. Bahkan, ada yang sudah merambat ke bagian gedung. Beberapa orang pekerja bangunan tampak sedang sibuk membongkar bagian atap dari gedung tersebut.

Sore itu, Sabtu (10/1/2015) saat matahari hendak membenamkan diri ke ufuk barat, saya menyambangi gedung yang sarat akan makna dan sejarahnya bagi surat kabar harian Serambi Indonesia.

Baca lebih lanjut

Maulid Di Lubok Sukon dan Potensi Wisata

Puluhan kendaraan roda empat dan roda dua berjejer terparkir di kiri kanan jalan Gampong (kampung). Lalu lalang kendaraan yang melintas pun, tak henti-hentinya silih berganti keluar masuk kampung. Seperti jalanan di Jakarta, lebar jalannya yang sempit, kampung ini seakan menjadi sebuah “miniatur kemacetan” bagi saya. Teryata, beginilah kondisi Ibukota kala macet.

Siang kemarin, Minggu (8/2/2015) saya diundang oleh seorang teman untuk berkunjung ke rumahnya. Undangan itu dalam rangka perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Di Aceh, perayaan maulid Nabi selalu digelar tiap tahunnya dengan mengundang sanak famili, tetangga, teman, rekan kerja, dan orang-orang terdekat lainnya. Sudah barang tentu dalam undangan tersebut, para tetamu yang diundang akan dihidangkan dengan berbagai macam makanan.

Baca lebih lanjut

Dari Musibah Hingga Hari Kepedulian

Pagi itu hujan belum juga reda. Rintik-rintiknya masih berjatuhan membasahi bumi. Sembari menunggu, saya telah menghabiskan sepiring nasi dan segelas teh hangat. Jarum jam terus saja berputar, namun tanda-tanda hujan akan reda belum tampak.

Namun di halaman depan masjid kebanggan orang Aceh, Masjid Raya Baiturrahman ratusan anak-anak muda yang sudah lengkap dengan atributnya masing-masing telah berkumpul. Informasi itu saya dapat dari grup WhatsApp komunitas yang saya geluti. Mereka telah bersiap-siap untuk ikut membuat sebuah sejarah baru bagi Aceh.

Sejak malam, Sabtu (20/12/2014) kota Banda Aceh memang terus menerus diguyur hujan, bahkan diseluruh penjuru Aceh hujan tanpa henti-hentinya berjatuhan. Tak ayal hal itu menyebabkan puluhan daerah di Aceh terserang banjir. Hingga pagi pun datang, hujan masih enggan untuk berhenti.  Baca lebih lanjut

Jangan Sekali-kali Melupakan Blogger!!!

Majunya sebuah daerah tidak terlepas dari peran penting masyarakatnya dalam menyebarluaskan hal positif dari daerah tersebut. Di era yang serba teknologi sekarang ini, masyarakat bisa dengan mudah menyebarkan kabar apapun tentang daerah yang ia tempati melalui berbagai macam media sosial semisal blog, twitter, facebook, dan media-media sosial lainnya.

Peran yang tidak tampak secara kasat mata dari masyarakat ini, sebenarnya sungguh amat sangat membantu kemajuan suatu daerah. Masyarakat yang sadar akan pentingnya untuk memberi informasi ke dunia luar, demi untuk membuat daerah yang di tempatinya semakin maju berkembang. Perihal yang demikian, harusnya mendapat apresiasi dari pemerintah daerah.

Contohnya saja blogger, orang-orang yang berkecimpung di dunia informasi ini, terus saja tanpa henti-hentinya mengabarkan hal-hal menarik dari daerah yang blogger itu sendiri tempati. Mengabarkan tentang kehidupan sosial kemasyarakatannya, budaya, sejarah, hingga mengabarkan tempat-tempat wisata yang masih tersembunyi dari mata dunia. Baca lebih lanjut

debat urakan: Aku Tetaplah Tidak!

benar memang tanda-tanda alam, seperti yang baru aku lewati, bulan juni yang mendayu-dayu hadir dengan indah kini berubah menampakkan taring ganasnya. Ia memperlihatkannya tak tanggung-tanggung, hingga berlalu bulan masuk ke juli, ia masih saja menampakkan keangkuhannya.

“Engkau boleh berpikiran demikian tentang bulan juni kawan.” aku tetaplah tidak.

Kawan, hujan bulan juni adalah hujan yang paling awet membasahi bumi di pertengahan tahun. Di bulan itu, hujan tidak hanya datang sendiri. Ia membawa serta angin timur bercampur selatan. Angin itu amat sangat menggelora jahatnya. mengusik gubuk-gubuk orang miskin, merobohkan tiangnya, menerbangkan atapnya, membuat getir ketakutan orang-orang miskin kian menjadi-jadi. Pun, orang-orang yang sedang patah hati di bulan itu, makin kuat setan dalam hatinya membisikkan…

minum saja racun pembasmi tikus itu bro, duniamu akan aman, keluh kesahmu akan pergi. Baca lebih lanjut

Jerih Payah

Memiliki suatu barang yang paling di idam-idamkan dengan hasil keringat sendiri itu, sungguh sangatlah nikmat. Betapa tidak, keringat yang sudah di kucurkan dengan susah payah, terbayar ketika mampu menyajikan sesuatu yang sangat di ingini, hadir dalam genggaman.

Kali ini saya ingin bercerita tentang suatu barang yang baru saya beli dengan jerih payah sendiri. Saya merasa amat senang, karena apa yang sudah lama saya inginkan, bisa tercapai saya beli dengan hasil keringat sendiri. Kalianpun mungkin juga demikian, akan bangga sekali kala keinginan untuk memiliki sesuatu, bisa di datangkan dengan jerih payah diri sendiri. Baca lebih lanjut